• Jelajahi

    Copyright © STRATEGI NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Advertisement

    Jangankan Menteri dan Dirjen, Presiden Klaim Berkali-kali Mau Disogok dalam Dua Tahun Terakhir

    STRATEGI NEWS
    Selasa, 06 Oktober 2026, 18.55.00 WIB Last Updated 2026-10-07T01:55:52Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    JAKARTA | Strateginews — Presiden Prabowo Subianto mengungkap dirinya beberapa kali menjadi sasaran upaya penyuapan selama dua tahun terakhir. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menyoroti upaya pemerintah memperbaiki institusi negara dan memberantas praktik korupsi.


    Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam pengarahan pada acara penyerahan hasil penertiban dan penyelamatan keuangan negara di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (6/10/2026). Di hadapan jajaran kabinet dan Satgas PKH, ia mengatakan persoalan korupsi dan upaya memengaruhi pejabat negara bukan perkara baru.


    "Kita paham negara kita berada dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Kita paham itu. Kita melihat puluhan tahun, institusi dirusak, dirjen kita, menteri-menteri kita mau disogok," kata Prabowo.


    Ia kemudian mengungkap bahwa dirinya juga menghadapi upaya serupa.


    "Jangan dirjen, menteri saya mau disogok, dalam dua tahun ini berkali-kali saya mau disogok. Saya paham dan kita berusaha memperbaiki," ujar Prabowo.


    Prabowo mengatakan pemerintah berupaya memperbaiki kondisi tersebut melalui pendekatan persuasif serta penyampaian pesan mengenai kebenaran dan kebangsaan. Ia menyebut langkah itu dilakukan melalui berbagai forum dan pertemuan dengan jajaran pemerintah.


    "Dengan persuasif, dengan dakwah kebenaran, dakwah kebangsaan, dengan bicara, dengan meyakinkan di mana-mana saya diundang, menteri-menteri yang ikut rapat dengan saya tahu tekad saya," katanya.


    Menurut Prabowo, persoalan korupsi tidak hanya berkaitan dengan individu, tetapi juga menyangkut upaya mempertahankan praktik yang telah berlangsung lama. Karena itu, ia meminta jajaran pemerintah tetap berpegang pada kepentingan negara dan rakyat ketika menghadapi tekanan.


    Dalam pengarahan yang sama, Prabowo juga menyatakan mengetahui adanya ancaman dan tekanan terhadap sejumlah pihak yang terlibat dalam agenda penertiban kekayaan negara.


    "Saya paham, mengerti dan mengikuti, saya punya mata ada di mana-mana, saya paham. Saya tahu bahwa ada saudara-saudara yang diancam, bukan hanya saudara, keluarga saudara juga diancam dan digertak," ujar Prabowo.


    Ia kemudian memberikan pilihan kepada anggota Satgas maupun kabinet yang tidak ingin melanjutkan agenda tersebut.


    "Tetapi saya persilakan kalau ada dalam Satgas dan kabinet siapa yang tidak mau terus di atas jalan yang benar, saya persilakan saudara minggir dengan baik, silakan saudara nonton," katanya.


    Prabowo menegaskan dirinya akan tetap menjalankan kebijakan yang menurutnya berorientasi pada kepentingan masyarakat.


    "Saya bertindak, saya memimpin, saya ambil kebijakan tanpa ragu-ragu, karena satu patokan saya, apa yang menguntungkan rakyat kita, itu yang saya kerjakan, dan itu petunjuk yang saya berikan untuk kabinet saya," tegasnya. (AT)
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini