masukkan script iklan disini
TAKENGON | Strateginews — Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Tengah resmi membuka Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan ke-XIV.
Kegiatan ini berlangsung selama 19 hari, mulai 19 Agustus hingga 6 September 2026, di Hotel Linge Land. Rabu (19/08/2026).
Tema yang diusung adalah “Melalui Pendidikan Kader Ulama Kita Tingkatkan Wawasan Keagamaan Calon Ulama Masa Depan yang Rahmatan Lil ‘Alamin, Berwawasan Global dan Berakar pada Ahlussunnah Wal Jamaah.”
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Bupati menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Turut hadir juga Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan serta Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie.
Menurutnya, pendidikan kader ulama merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan generasi ulama yang memiliki kapasitas keilmuan, wawasan luas, dan kemampuan menghadapi tantangan zaman.
“Kita berharap para kader yang mengikuti pendidikan ini dapat menjadi ulama masa depan yang berkualitas dan mampu menyampaikan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur’an dan masjid,” kata Bupati.
Sebanyak 84 peserta mengikuti PKU Angkatan XIV. Mereka terdiri atas 42 laki-laki dan 42 perempuan. Para peserta merupakan ulama muda dan cendekiawan muslim yang berasal dari berbagai kecamatan, dayah, serta perguruan tinggi Islam di Kabupaten Aceh Tengah.
Peserta mendapatkan pembinaan dari ulama dan akademisi MPU Kabupaten Aceh Tengah maupun MPU Provinsi Aceh. Materi yang disampaikan mencakup kajian fatwa, hukum Islam, ushul fiqh, moderasi beragama, implementasi syariat dalam kehidupan sosial, serta isu-isu kontemporer.
Ketua Pelaksana PKU Angkatan XIV, Mursidi M. Saleh, SH., MM., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan wawasan keilmuan, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat spiritualitas, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Mursidi berharap kader ulama angkatan ke XIV mampu memperkuat nilai-nilai Islam serta berkontribusi membangun masyarakat Aceh Tengah yang religius, berakhlak, dan berdaya saing.
“Melalui pembinaan yang sistematis, peserta diharapkan menjadi figur keagamaan yang berintegritas, memahami kondisi masyarakat, dan mampu memberikan solusi berdasarkan nilai-nilai Islam,” tutup Mursidi. (AT)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar